Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam ( SKI)

Pada Fakultas Adab & Hmaniora  dari 1986 hingga Kini

Program Studi SPI berada di bawah satuan Fakultas Adab & Humaniora (dulu Fakultas Adab).  Fakultas Adab & HUmaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung (dulu IAIN) adalah salah satu unsur pelaksana akademik yang melaksanakan tugas pokok dan fungsi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Fakultas Adab & HUmaniora bertugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang keilmuan Islam untuk program akademikd an program profesional. Program akademikadalah program sarjana, dan program profesional adalah program diploma dan keahlian lainnya.

Sebagai satuan pelaksana akademik, Fakultas Adab & Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi strategis dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat ilmiah dengan keahlian di bidang kebahasaan, kesastraan, dan kesejarahan, serta mampu memanfaatkan keahliannya dalam kehidupan sosial. Peran strategis ini akan terlaksana jika perangkat keras dan perangkat lunak tersedia dan dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Fakultas Adab & Humaniora mulai resmi berdiri di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 1986. Secara juridis formal, pendirian fakultas ini didasarkan pada persetujuan Menteri Agama RI saat itu, H. Alamsyah Ratu Prawiranegara, melalui SK Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam atau Binbaga Islam, Drs. H. Zaini Dahlan, MA, Nomor E/PP/009/1203.86 mengenai izin membuka Fakultas Adab di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Saat itu dibuka dua jurusan yaitu Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Peminat ke dua jurusan ini relatif besar. Jumlah mahasiswa dua jurusan Angkatan 1986 dan Angkatan 1987 mencapai 250 orang. Senat Mahasiswa Fakultas Adab (SMF) dibentuk sejak tahun pertama penerimaan mahasiswa berikut dua himpunan mahasiswa Jurusan, yaitu HIMASA (Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Satra Arab) dan HMASKI (Himpunan Mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam).

Tenaga pengajar untuk Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) diambil dari fakultas-fakultas yang ada, khususnya dari Fakultas Tarbiyah. Tenaga pengajar untuk Mata Kuliah Keahlian (MKK) didatangkan dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan tinggi lain, seperti Arkenas (Arkeologi Nasional) dan Unpad (Universitas Padjadjaran), juga beberapa kyai dari berbagai pesantren di Jawa Barat.

Saat didirikan pada tahun 1986, kepemimpinan fakultas atau Dekan dijabat secara rangkap oleh Rektor IAIN Sunan Gunung Djati saat itu, Prof. Dr. H. Rachmat Djatnika. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab merangkap Pembantu Dekan II dan III dipegang oleh Drs. H.A. Syihabuddin, MA. Sedangkan Ketua Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam merangkap Pembantu Dekan I dipegang oleh Dr. A. Hidayat, MA.

Pada antara tahun 1986 dan 1987, fakultas ini mengelola sendiri manajemen kelembagaannya sebagai sebuah fakultas mandiri. Akan tetapi, pada tahun 1988 berdasarkan SK Dirjen Binbaga Islam Depag yang baru, Drs. H. Zarqowi Soejoeti, keberadaan fakultas ini belum dapat dianggap resmi karena harus menunggu penyempurnaan melalui Keputusan Presiden (Kepres) RI. Berdasarkan SK Dirjen Binbaga tersebut, maka kegiatan administrasi dan perkuliahan digabungkan sementara waktu ke Fakultas Tarbiyah. Meski demikian, secara akademik, perkuliahan dan sistem pembelajarannya bersifat otonom dengan menggunakan kurikulum Fakultas Adan ditambah beberapa mata kuliah ketarbiyahan sebagai syarat sah memperoleh Akta IV.

Pada tahun 1994, keputusan presiden yang ditunggu dipublikasikan, fakultas ini pun memperoleh legalitasnya. Melalui Kepres Nomor 15 Tahun 1994 tentang susunan organisasi departemen, yang kemudian disempurnakan dengan Kepres Nomor 83 Tahun 1995, Fakultas Adab secara resmi dapat mengatur seluruh mekanisme pengadministrasian dan penyelenggaraan akademiknya. Pada tahun 1998, Fakultas Adab mendapt kepercayaan untuk membuka jurusan baru, yaitu Bahasa dan Sastra Inggris (BSI). Jumlah mahasiswa baru pun bertamabah, Pada Tahun Akademik 1998—1999, BSA dan SPI masing-masing menerima dua kelas, dan BSI menerima 3 kelas.

Visi Fakultas Adab adalah terbuka, dinamis, akomodatif, integratif, dan kompetitif dalam pengemabangan keilmuan Islam. Dengan visi ini, misi yang diemban adalah mengembangkan profesionalisme dalam seluruh aspek keilmuan Islam, terutama bahasa dan sastra serta sejarah dan budaya. Tujuan utamanya adalah mencetak calon-calon cendekiawan, ilmuwan, dan penelliti yang berakhlak karimah dalam bidang bahasa dan sastra serta sejarah dan budaya, serta mampu menjadi pemimpin di masyarakat.

Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam kemudian beralih nama pada tahun 1997 menjadi jurusan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI). dan sekarang beralih kembali menjadi Sejarah dan Kebuadayaan Islam (SKI)