Prodi Sejarah dan Peradaban Islam ( SPI)

Fakultas Adab & Humaniora  dari 1986-2018

Program Studi SPI berada di bawah satuan Fakultas Adab & Humaniora (dulu Fakultas Adab).  Fakultas Adab & Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung (dulu IAIN) adalah salah satu unsur pelaksana akademik yang melaksanakan tugas pokok dan fungsi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Fakultas Adab & Humaniora bertugas menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang keilmuan Islam untuk program akademikd an program profesional. Program akademikadalah program sarjana, dan program profesional adalah program diploma dan keahlian lainnya.

Sebagai satuan pelaksana akademik, Fakultas Adab & Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung menempati posisi strategis dalam rangka mempersiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat ilmiah dengan keahlian di bidang kebahasaan, kesastraan, dan kesejarahan, serta mampu memanfaatkan keahliannya dalam kehidupan sosial. Peran strategis ini akan terlaksana jika perangkat keras dan perangkat lunak tersedia dan dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

Fakultas Adab & Humaniora mulai resmi berdiri di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 1986. Secara juridis formal, pendirian fakultas ini didasarkan pada persetujuan Menteri Agama RI saat itu, H. Alamsyah Ratu Prawiranegara, melalui SK Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam atau Binbaga Islam, Drs. H. Zaini Dahlan, MA, Nomor E/PP/009/1203.86 mengenai izin membuka Fakultas Adab di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Saat itu dibuka dua jurusan yaitu Bahasa dan Sastra Arab (BSA) dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI).

Peminat ke dua jurusan ini relatif besar. Jumlah mahasiswa dua jurusan Angkatan 1986 dan Angkatan 1987 mencapai 250 orang. Senat Mahasiswa Fakultas Adab (SMF) dibentuk sejak tahun pertama penerimaan mahasiswa berikut dua himpunan mahasiswa Jurusan, yaitu HIMASA (Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Satra Arab) dan HMASKI (Himpunan Mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam).

Tenaga pengajar untuk Mata Kuliah Umum (MKU) dan Mata Kuliah Dasar Keahlian (MKDK) diambil dari fakultas-fakultas yang ada, khususnya dari Fakultas Tarbiyah. Tenaga pengajar untuk Mata Kuliah Keahlian (MKK) didatangkan dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan tinggi lain, seperti Arkenas (Arkeologi Nasional) dan Unpad (Universitas Padjadjaran), juga beberapa kyai dari berbagai pesantren di Jawa Barat.

Saat didirikan pada tahun 1986, kepemimpinan fakultas atau Dekan dijabat secara rangkap oleh Rektor IAIN Sunan Gunung Djati saat itu, Prof. Dr. H. Rachmat Djatnika. Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Arab merangkap Pembantu Dekan II dan III dipegang oleh Drs. H.A. Syihabuddin, MA. Sedangkan Ketua Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam merangkap Pembantu Dekan I dipegang oleh Dr. A. Hidayat, MA.

Pada antara tahun 1986 dan 1987, fakultas ini mengelola sendiri manajemen kelembagaannya sebagai sebuah fakultas mandiri. Akan tetapi, pada tahun 1988 berdasarkan SK Dirjen Binbaga Islam Depag yang baru, Drs. H. Zarqowi Soejoeti, keberadaan fakultas ini belum dapat dianggap resmi karena harus menunggu penyempurnaan melalui Keputusan Presiden (Kepres) RI. Berdasarkan SK Dirjen Binbaga tersebut, maka kegiatan administrasi dan perkuliahan digabungkan sementara waktu ke Fakultas Tarbiyah. Meski demikian, secara akademik, perkuliahan dan sistem pembelajarannya bersifat otonom dengan menggunakan kurikulum Fakultas Adan ditambah beberapa mata kuliah ketarbiyahan sebagai syarat sah memperoleh Akta IV.

Pada tahun 1994, keputusan presiden yang ditunggu dipublikasikan, fakultas ini pun memperoleh legalitasnya. Melalui Kepres Nomor 15 Tahun 1994 tentang susunan organisasi departemen, yang kemudian disempurnakan dengan Kepres Nomor 83 Tahun 1995, Fakultas Adab secara resmi dapat mengatur seluruh mekanisme pengadministrasian dan penyelenggaraan akademiknya. Pada tahun 1998, Fakultas Adab mendapt kepercayaan untuk membuka jurusan baru, yaitu Bahasa dan Sastra Inggris (BSI). Jumlah mahasiswa baru pun bertamabah, Pada Tahun Akademik 1998—1999, BSA dan SPI masing-masing menerima dua kelas, dan BSI menerima 3 kelas.

Visi Fakultas Adab adalah terbuka, dinamis, akomodatif, integratif, dan kompetitif dalam pengemabangan keilmuan Islam. Dengan visi ini, misi yang diemban adalah mengembangkan profesionalisme dalam seluruh aspek keilmuan Islam, terutama bahasa dan sastra serta sejarah dan budaya. Tujuan utamanya adalah mencetak calon-calon cendekiawan, ilmuwan, dan penelliti yang berakhlak karimah dalam bidang bahasa dan sastra serta sejarah dan budaya, serta mampu menjadi pemimpin di masyarakat.

Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam kemudian beralih nama pada tahun 1997 menjadi jurusan Sejarah dan Peradaban Islam (SPI).

Lahirnya Jurusan SPI ini  tidak terlepas dari upaya dan perjuangan Prof. Dr. H. Ahmad Hidayat, MA (Sebelum jadi guru besar) dan  Drs Aam Abdillah. Yang didukung oleh seluruh komponen yang ada dilingkungan Rektorat, Fakutas Tarbiyah dan para dosen.

Ketua dan sekretaris Jurusan  Priode Pertama Prof.Dr. Ahmad Hidayat, MA, dan Drs. Aam Abdillah, Priode Kedua ketua dan sekretaris  Drs. Aam Abdillah dan Drs Muhtarom, Priode ketiga ketua dan sekretaris Dr. Ikiyan Sibawaeh, MA dan Dr. Ajid Thohir, M.Ag(masa transisi) kemudian deteruskan ketua dan sekretaris Drs. Moeflich Hasbullah, MA dan Dr. Ajid Thohir, priode ketiga ketua dan sekretaris Dra. Eva Rupaidah, MA dan M. Amaludin, S.Ag, Priode ke empat ketua dan sekretaris Dr. Setia Gumilar, M.Si dan Dr. Ading Kusdiana, M.Ag dan priode kelima terakhir Dr. Ading Kusdiana, M.Ag dan Samsudin, M.Ag. Priode ke enam ketua san sekretaris Samsudin, M.Ag dan Suparman, M.Ag. Rata-rata mereka menjabat sebagai ketua dan sekretaris sebelum meraih Doktor. Kecuali Dr Ading Kusdiana.

Para Dosen SKI dari sejak awal berdiri diajar oleh dosen-dosen UIN Bandung yang memiliki kemampuan yang besar dilingkungan UIN Bandung yang didukung  oleh dosen Sejarah UNPAD dan Lembaga Arkenas.  Sedangkan untuk kondisi sekarang SDM Dosen terdiri dari  2 Guru Besar, 10 Doktor (mayoritas mereka meraih doktor dalam bidang sejarah). dan selebihnya Magister

Mahasiswanya dari angkatan  1986-2018  mengalami pluktuatif dari kuantitas maupun kualitasnya, angkatan awal melahirkan beberapa mahasiswa yang produktif seperti Drs. Moeflich Hasbullah, MA dan Dr. Ajid Thohir, MA, kemudian pada angkatan 2006-2009 mengalami penurunan secara kuantitas yang berkurang jumlah mahasiswanya dan pada tahun 2009- 2018 mengalami kenaikan jumlah mahasiswa yang mencapai 2-4 Kelas  dengan jumlah mahasiswa angkatan 2017/terakhir mencapai 164 orang.

Dari sudut akreditasi Jurusan Spi dari tahun 1986-2013 mengelami perkembangan yang dinamis dari terakrditasi C, kemudian nilai B duakali dan terakhir A dengan Nomor 106/SK/BAN-PT/Ak-XV/S/IV/2013. Ketika pertengahan tahun 2013 menjadi satut-satunya prodi yang terakreditasi A dilingkungan UIN SGD Bandung sehingga menjadi inspirator jurusan-jurusan lain.

Harapannya mudah-mudahan perjuangan yang telah dilakukan pada generasi sebelumnya bisa dilanjutkan, tetapi ketika ada gagasan dan upaya yang lebih cerdas  dan lebih maju jurusan SPI siap menerima perubahan itu.