Studium Generale Sastra, Bahasa & Sejarah

Upaya membangun atmosfer akademik dan mengingkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD Bandung, maka digelar Studium Generale Sastra, Bahasa & Sejarah secara serentak pada hari Senin (27/2). Menurut Dekan FAH, Dr. Setia Gumilar, M.Si usaha membangun dan mengembangkan atmosfer dalam rangka menciptakan kultur akademik ini, baik di kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun di tingkat pimpinan. Caranya dengan menyelenggarakan Studium Generale Sastra, Bahasa & Sejarah secara bersamaan dalam satu hari.

Untuk Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam bertajuk signifikasi bahasa Belanda bagi pengkaji sejarah Islam di Indonesia dengan menghadirkan narasumber Kunto Sofianto, MA., Ph.D (Dosen Unpad) yang dipandu oleh Tolib Rohmatillah, MA. di ruang Seminar Perpustakaan; Program Studi Sastra Inggris bertemakan comparative linguistics for research on local curture dengan menghadirkan narasumber Faizah Sari, Ph.D (Surya University) yang dipandu oleh Erfan M. Fauzi SS., M.Pd di Aula FAH lantai IV pagi; Program Studi Bahasa dan Sastra Arab bertajuk resepsi sastra: studi kasus novel Sarah karya Mahmud Abas Al-Aqad dengan menghadirkan narasumber Dr.H. Uki Sukiman, M.Ag (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) yang dipandu oleh Khomisah MA di Aula FAH siang.

“Dengan diadakanya studium generale secara bersamaan dalam satu hari ini, diharapkan dapat membangun atmosfer akademik di bidang sastra, bahasa dan sejarah. Untuk prodi SKI mahasiswanya tidak boleh alergi pada bahasa Belanda karena sumber sejarah Islam di Indonesia itu kebanyakan berbahasa Belanda. Jadi kuasailah bahasa Belanda ini, sehingga dari Fakultas Adab ini terlahir lulusan atau sarjana ahli sejarah Islam yang menguasai betul bahasa Belanda. Begitu pula dengan Prodi Sastra Inggris, mahasiswanya harus mahir berbahasa Inggris dan pandai berbahasa Arab untuk mahasiswa BSA,” tegasnya.”

Bagi Wakil Dekan II, Dr. Dedi Supriadi, M.Hum upaya menyiapkan mahasiswa dan lulusan Fakultas yang unggul, kompetitif dalam kajian Adab dan Humaniora berbasis khazanah lokal itu, “studium generale menjadi salah satu caranya. Karena selama ini kita hanya menjadi penikmat dan pembaca sastra, maka dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan andi besar dalam melahirkan sastrawan dari Fakultas Adab, khususnya bagi Prodi BSA,” tegasnya.

Kehadiran studium generale ini “diharapkan dapat memberikan motivasi kepada kita semua untuk terus berkarya dan berdakwah melalui karya sastra. Mudah-mudahan cita-cita melahirkan sastrawan muda dari Fakultas Adab segera terwujud. Tentunya tidak hanya menguasai teks bahasa Arab, Inggris, tapi juga pandai dalam bidang sejarah Islam,” optimisnya.

Ketua Prodi Sastra Inggris, Lili Awaluddin, MA. menembahkan, “selain dapat menciptakan kultur akademik yang kondusif. Adanya studium generale yang dilaksanakan setiap semerter ini dapat memberikan wawasan yang luas bagi mahasiswa, sedangkan bagi dosennya diharapkan dapat menjalin jaringan yang luas dengan perguruan tinggi lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, budaya adakemik dan melakukan penelitian bersama di bidang bahasa,” paparnya.

“Untuk itu, model studium generale ini terus ditingkatkan dan dipertahankan sebagai ciri dari Fakultas Adab dalam rangka membangun atmosfer akademik di lingkungan UIN SGD Bandung,” pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *