Seminar Internasional Islam dan Kearifan Lokal

Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Internasional Islam dan Kearifan Lokal, dengan menghadirkan narasumber: Prof. Dr. Mark R. Wordward, Prof. Dr. Seyyed Mufid Husein Kohsari, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA, Prod. Dr. H. Agus Salim Mansyur di Aula Anwar Musaddad, Rabu (2/11).

Acara seminar nasional yang diikuti sekitar 1.000 mahasiswa FAH ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Prof. Dr. H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. Dalam sambutanya WR II, sangat mengapreriasi dan mendukung penuh atas terselenggaranya seminar ini sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kampus dan pengembangan budaya Sunda. “Hubungan Islam dengan kearifan lokal itu sangat harmonis karena menggunakan pendekatan bahasa budaya. Untuk itu, kegiatan ini penting dan perlu kita dukung dan mendapatkan aparesiasi dalam mengikatkan kualitas pembelajaran di UIN SGD Bandung dan pengembangan budaya Sunda,” paparnya.

Bagi Dekan FAH, Dr. Setia Gumilar, M.Si seminar ini merupakan upaya menyiapkan lulusan FAH yang unggul dan kompetitif dalam kajian Adab dan Humaniora yang berbasiskan khazanah lokal. “Kita ketahui secara bersama hubungan Islam dengan kearifan lokal ini sangat harmonis, saling melengkapi satu sama lain. Dalam konteks Jawa Barat hubunganya sangat erat dan tidak bisa dipisahkan karena Islam itu Sunda dan Sunda itu Islam. Muhda-mudahan dengan adanya hubungan yang harmoni ini menjadikan khasan Fakultas dalam mempertegas identitas budaya Islam Sunda,” paparnya.

Menurut Ketua Pelaksana, Dr. Ading Kusdiana, M.Ag. kegiatan ini dilatarbelakangi proses penyebaran Islam selalu bersentuhan dengan budaya lokal, sehingga budaya Islam tidak identik dengan Arab. “Setiap kebudayaan berupay untuk saling memberikan pengaruh dan menanamkan sahamnya melalui proses akulturasi dan asimilasi secara harmonis dan damai,” tegasnya.

Ihwal hubungan Islam dengan budaya lokal di Indonesia kata Prof. Dr. Azyumardi sangat penting dan menjadi khazanah bangsa yang harus dirawat untuk masa depan Islam Indonesia.    “Islam Indonesia itu unik seperti berbunga-bunga karena prosesnya melalui akulturasi dan kontestasi. Tentunya dengan kehadiran budaya Sunda, Jawa, Aceh, Minang, Bugis sangat memperkaya khazanah Islam. Inilah keistimewaan Islam Indonesia,” jelasnya.

Usaha merawat keislaman dan keindonesiaan dari pengaruh budaya luar yang akan merusak keutuhan NKRI, “Jadilah muslim yang baik, sholeh dengan tidak hanya rajin ibadah secara individual, tapi harus memberikan manfaat terhadap lingkungan sekitar. Kesholehan sosial ini menjadi penting dalam mengembangkan budaya Islam yang toleran, menjunjung tinggi perbedaan dan cinta damai,” pesannya. [Humas Al-Jamiah]

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Privacy Preference Center

Close your account?

Your account will be closed and all data will be permanently deleted and cannot be recovered. Are you sure?