Seminar Nasional Wilayah Kajian Ilmu Adab dan Humaniora

Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD Bandung menggelar Seminar Nasional Wilayah Kajian Ilmu Adab dan Humaniora dengan menghadirkan narasumber Prof. Dr. Bambang Purwanto, M.A. (Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya UGM) dan Prof. Dr. Oman Fathurahman M.Hum (Peneliti PPIM dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta), Sabtu (25/6).

Dalam sambutanya Dekan FAH, Dr. Setia Gumilar, S.Ag.,M.Si menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk nyata untuk menegaskan khasanah Fakultas Adab dan Humaniora di tengah-tengah ilmu ke-adab-an PTKI. “Dengan hadirnya Guru Besar Sejarah UGM, Bambang Purwanto dan Guru Besar FAH UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurahman ini merupakan salah satu penegasan keberadaan wilayah kajian Fakultas Adab dengan ciri khasan yang mampu mengembangkan khazanah Islam lokal, seperti yang tertera pada visi dan misi Fakultas Adab dan Humaniora,” paparnya.

Dekan FAH berharap, dengan adanya masukan dari kedua Guru Besar ini, “Kita mendapatkan pencerhan, konsep ilmu keadaban, khususnya pada Prof Oman, yang berusaha mengintegrasikan Adab dan Humaniora, baik dari segi pemikiran, gagasan dan implementasinya untuk menciptakan lulusan Fakultas Adab yang memiliki daya saing dan mampu mengembangkan khazanah Islam lokal,” jelasnya.

Untuk itu, upaya merumuskan wilayah kajian ini harus ada komitmen dari seluruh jajaran pimpinan. “Dimulai dari pimpinan sampai ke tingkat yang bawah, sehingga persamaan pemahaman itu mendapatkan dukungan dan komitmen bersama untuk mengembangkan Fakultas Ada dan Humaniora,” terangnya.

Menurut Wakil Dekan I, Dr. Ading Kusdiana, M.Ag. terselenggaranya Seminar ini dalam rangka merumuskan, mempertegas dan mengimplementasikan wilayah kajian ilmu Adab dan Humaniora, “Mengingat persoalan yang dihadapi Fakultas Adab ini sangat komplek. Mudah-mudahan dengan adanya seminar ini kita mendapatkan pecerahan tentang konsep wilayah kajian ilmu Adab dan bisa bermanfaat bagi kita semua,” katanya.

Bagi Oman Fathurahman untuk menegaskan ciri khsan FAH di lingkungan UIN SGD Bandung, “Harus dimulai dari hulu dengan mengedepankan;  pertama, positioning, FAH UIN SGD mau memberikan kontribusi apa untuk Universitas, PTKI dan dunia keilmuan global? kedua, branding, untuk meraih positioning tersebut apa merek dagang FAH UIN SGD yang mau dijual? ketiga,  diferensiasi, apa yang berbeda dengan FAH-FAH lain di lingkungan PTKI?”

Seiring kompetisi global, visi Fakultas tidak cukup berorientasi ke dalam, tapi perlu berorientasi ke luar. “Contoh visi berorientasi ke dalam itu Unggul dan kompetitif dalam kajian Adab dan Humaniora berbasis khazanah lokal di tingkat nasional 2016. Contoh visi berorientasi ke luar itu Menguatnya kajian Humaniora yang berbasis pada ilmu-ilmu keadaban melalui pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat,” jelasnya.

“Ini sekedar contoh yang berorientasi ke dalam dan luar. Ini sangat penting, sehingga keberadaan FAH yang berbasis pada ilmu-ilmu keadaban ini berdasarkan pada nilia-nilai keagamaan dan budaya Sunda Islam itu langsung ke FAH UIN SGD,” sambungnya.

Ujung tombak dari khasan wilayah kajian ilmu Adab dan Humaniora ini berada pada kurikulum. “Maka berubahan kurikulum yang sesuai dengan ilmu-ilmu keadaban ini menjadi penting dalam menciptakan lulusan FAH UIN SGD yang memiliki kemampuan budaya Sunda Islam ini,” optimisnya.

Menurut Bambang Purwanto ruang Adab itu sebagai peradaban, kebudayaan, tata cara, ilmu mandiri yang didalamnya mengandung ilmu-ilmu Homaniora. “Adab dan Humaniora itu sebagai dua ilmu yang terpisah, tetapi saling berkaitan, dua sisi dari satu mata uang. Oleh karena itu, Adab sebagai ilmu yang berhubungan dengan seni,” katanya.

Upaya membebaskan dari dari hegemoni barat dan warisan orientalisme, “Adab sebagai ilmu Homaniora dalam tradisi keilmuan Islam, bukan islamisasi ilmu humaniora, karena agama itu subjek, bukan objek keilmuan. Agama dan religiositas bukan satu-satunya objek dalam setiap penelitian,” pungkasnya. [Humas Al-Jamiah]

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *