Sekilas: Bunga Rampai Berjudul “Arsitektur, Seni, dan Tokoh di Jawa Barat”

Hasil dari pelaksanaan kegiatan PPL (Praktik Profesi Lapangan) Mahasiswa Prodi Sejarah Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Semester V Tahun 2020 didokumentasikan dalam bentuk bunga rampai. Salah satunya berjudul Arsitektur, Seni, dan Tokoh di Jawa Barat. Buku ini memuat pemaparan mengenai tinjauan historis dan arsitektural tinggalan bangunan monumental Islam di Jawa Barat seperti Masjid Fathul Khoer dan Gua Sunyaragi. Didalamnya tak luput dibahas mengenai sejarah perkembangan Pesantren Persis 24 Rancaekek dan seni reak kuda lumping pancawarna putra Sumedang yang mengandung unsur-unsur agama Islam baik dalam nilai filosofis maupun nilai hidup. Tak ketinggalan, pembahasan tentang sosok Haji Ramlan Moehamad Tarmidi, salah seorang tokoh pemikiran Islam yang banyak memberikan sumbangsih dalam bidang pendidikan maupun sosial keagamaan berikut karya-karya beliau turut pula dikaji lebih dalam.

Bunga rampai berjudul Arsitektur, Seni, dan Tokoh di Jawa Barat ini terdiri dari 5 sub judul sebagai berikut:

  • Pemikiran Haji Ramlan Moehamad Tarmidi Serta Karya-karyanya Dalam Bidang Keagamaan di Kota Bandung Tahun 1909-1970-AN, adalah artikel yang membahas mengenai riwayat Haji Ramlan Moehamad Tarmidi, karya-karya beliau di bidang keagamaan, dan konsep tokoh pemikiran Islam tersebut tentang Din, Paham/Isme, Al-Qur’an, dan Sunnah Rasul.
  • Masjid Fathul Khoer Babakansari, Cibiru: Tinjauan Historis, Arsitektural, dan Aktivitas Sosial Keagamaan Dari Awal Pembangunan Hingga Saat Ini.
  • Sejarah dan Arsitektur Gua Sunyaragi di Cirebon Tahun 1703 M.
  • Sejarah Perkembangan Pesantren Persis 24 di Rancaekek 1999-2010. Sub judul ini secara umum berisi pembahasan mengenai sejarah pendirian, pemimpin, sistem pembelajaran, dan perkembangan Pesantren Persis 24 Rancaekek.
  • Perkembangan Seni Reak Kudalumping Pancawarna Putra Sumedang Tahun 2014-2020. Dalam sub judul ini dipaparkan mengenai profil seni reak kuda lumping  pancawarna putra Sumedang, alat-alat yang digunakan dalam pertunjukan seni tersebut, nilai filosofis yang terkandung didalamnya, serta prosesi kegiatan dan perkembangan seni reak kuda lumping  pancawarna putra Sumedang.

Baca juga: https://www.instagram.com/p/CLlnyeNptW_/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *